Faktual dan Berintegritas

 


PADANG, Swapena -- Jika tidak ada aral melintang, pasangan bupati-wakil bupati Solok dan Solok Selatan terpilih dilantik, Senin  (26/4). Kedua pasangan tersebut dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, atas nama Menteri Dalam Negeri.

Kedua pasanga bupati-wakil bupati terpilih itu adalah H. Epyardi Asda-Jon Firman Pandu sebagai Bupati-Wakil Bupati Solok dan Khairunas-Yulian Efi sebagai Bupati-Wakil Bupati Solok Selatan. Pelantikan kedua kepala daerah badunsanak itu dilangsungkan di Auditorium Gubernuran Sumbar,  Jalan Sudirman Padang.

"Saya ucapkan selamat kepada Saudara Epyardi Asda dan Jon Firman Pandu juga pada saudara Khairunas dan Yulian Efi. Semoga amanah dapat dijalankan sebaik-baiknya demi kepentingan daerah," kata Gubernur mengawali sambutannya. 

Dalam kesempatan itu Gubernur menyampaikan rasa syukur karena Sumbar telah melalui pilkada yang berjalan aman, damai, dan demokratis. "Dengan dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah, salanjutnya kepala daerah yang dilantik harus melaksanakan visi misi demi kesejahteraan rakyat di masing-masing daerah. Bekerja keraslah agar masyarakat merasakan pelayanan pemerintah," ujarnya. 

Gubernur juga berpesan agar visi misi bupati dan wakil bupati yang dilantik bisa seiring dengan Sumbar,  khususnya dalam pembangunan daerah, agar terjadi sinkronisasi dan harmonisasi. 

Gubernur minta bupati dan wakilnya jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Semuanya harus sesuai arahan.

"Kepada yang dilantik, segera menyelesaikan RPJMD. Saudara juga diminta untuk menggali dan memanfaatan potensi daerah, dan memaksimalkan potensi daerah tersebut untuk kesejahteraan rakyat.

Tingkatkan rasa aman dan kepastian hukum untuk investor. Kita sadari APBD yang sedikit, maka perlu investasi pihak ketiga maupun para perantau," jelasnya. 

Pasangan Bupati juga harus menjaga keharmonisan untuk saling melengkapi . Keduanya memiliki tugas kewajiban yang berbeda dan pahami porsi tugas, wewenang dan hak masing-masing. Jika tidak paham akan terjadi disharmonisasi. Maka perlu menjadi dwi tunggal agar bisa mewujudkan visi misi.

"Bangun kerja sama dengan semua pihak dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Susun strategi dan program untuk memajukan daerah. Pembangunan akan berhasil jika ada dukungan dan partisipasi dari masyarakat," imbuhnya. 

"Berdasarkan UU No. 23 tahun 2014, gubernur memiliki tugas pembinaan dan pengawasan di kabupaten/kota, maka kami imbau untuk membina komunikasi dengan pemerintah provinsi.

Hadir pada pelantikan tadi, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Wakil Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Anggota DPR RI, Guspardi Gaus dan Athari Gauti serta lainnya. (sp)

 
Top