Faktual dan Berintegritas

 


JAKARTA, Swapena -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah komando Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy terus tancap gas untuk kemajuan provinsi ini. Senin (19/4) mereka melakukan pertemuan dengan anggota DPR dan DPD RI, daerah pemilihan Sumbar di Jakarta.

Basamo mangko manjadi, saikek sakabek arek, itulah semangat yang dibangun pemerintah Provinsi Sumbar saat ini. Dalam rangka menjalin silatururahmi dan meningkatkan sinergitas pelaksanaan pembangunan, Gubernur, Wakil Gubernur, Forkompinda Sumbar, bupati dan walikota se-Sumbar bersama SKPD Provinsi terkait menggelar pertemuan bertajuk Silaturahmi dengan anggota DPR RI dan DPD RI dari Sumbar, di Pagaruyuang Room, Hotel Balairung, Jakarta.

Disamping bersilaturrahim, dalam kegiatan yang dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama itu, Gubernur Mahyeldi  juga meminta masukan dari anggota DPR RI dan DPD RI untuk kemajuan Provinsi Sumbar ke depan.

Acara itu dihadiri juga Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Syafar, dan Indra Dt. Rajo Lelo, perwakilan bupati walikota, Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Sumbar.

Anggota DPR RI yang hadir antara lain anggota Komisi IX Suir Syam, Darul Siska, Ade Rizky Pratama dan Muhammad Iqbal. Dari Komisi VIII John Kenedy Aziz, Lizda Hendra Joni. Kemudian dari Komisi II hadir Rezka Oktoberia, dan Guspardi Gaus. Selain itu juga hadir Hermanto dari Fraksi PKS, Andre Rosiade dari Fraksi Gerindra.

Kepala Bappeda Sumbar Hansastri, dalam sambutannya memaparkan visi dan misi RPJMD Gubernur 2021 -2026. Termasuk juga kondisi keuangan dan jalannya pemerintahan pasca dilantiknya kepala daerah yang baru Februari lalu.

Hansastri juga menyebutkan beberapa rencana pembangunan di Sumbar yang membutuhkan dukungan dari wakil rakyat yang ada di pusat, mengingat biayanya yang besar.

Beberapa di antaranya adalah rencana pembangunan fly over Sitinjau Lauik, monumen bela negara yang butuh anggaran Rp554 miliar, pembangunan jalan Padang Aro - Sungai Dareh Rp382 miliar, serta peningkatan irigasi Batang Batahan, Rp195 miliar yang akan mengairi 5 ribu hektar lebih sawah.

"Untuk itu, mengingat banyaknya anggaran yang diperlukan, kami mohon dukungan Bapak/Ibuk DPR RI dan DPD RI," ujar Hansastri.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyampaikan, di samping beberapa rencana pembangunan, beberapa potensi yang akan dioptimalkan adalah sektor pertanian, UMKM dan pariwisata. Buya menyampaikan, adanya perhatian dari pusat dengan kehadiran Bapak Wapres RI, serta 5 menteri, termasuk kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur ke beberapa kementerian terkait bisa membantu melancarkan rencana pembangunan di Sumbar.

"Alhamdulillah kita dengan kabupaten kota juga punya semangat yang sama, yaitu semangat berkolaborasi, bersinergi dan kerjasama bersepakat membangun Sumbar. Sesuai juga dengan arahan presiden agar fokus bersinergi dan kolaborasi dengan kabupaten kota," jelas Gubernur.

Sementara itu, dalam sesi diskusi, anggota DPR RI juga memberikan sejumlah masukan positif dan mendukung program Kepala Daerah Sumbar.

Andre Rosiade mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan beberapa kementerian yang menyatakan kesiapannya mendukung pariwisata Sumbar. "Menteri Pariwisata, Menteri KKP dan Meneg BUMN juga akan datang ke Sumbar, Insyaallaah kita solid untuk kemajuan Sumbar. Kehadiran kami menunjukkan bahwa kami mendukung Bapak," tegas Andre.

Guspardi Gaus, menyebut sinergitas adalah suatu keniscayaan. Jangan sampai provinsi dan kabupaten kota jalan sendiri-sendiri.

Senada dengan itu, Syuir Syam, mengajak agar Gubernur lebih meningkatkan koordinasi dengan wakil rakyat dan bupati/walikota.(kmf)


 
Top