Material itu menumpuk di dekat jembatan samping Rumah Makan Kayu Aro. Kayu-kayu itu ada yang terpotong dan ada yang beraturan.
Warga Kayu Aro (Arosuka), Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok mulai membuka pintu dan jendela rumah masing-masing. Beda dari hari-hari biasa, pagi ini mereka mendapati di depan, damping dan belakang rumah dipenuhi lumpur, batu dan kayu.
Tak ada kendaraan bermotor yang lewat. Masyarakat hanya mampu menatap kosong ke lumpur yang yang tadi malam dihanyutkan galodo. Ada juga kendaraan yang ikut hanyut dalam peristiwa dimaksud.
Peristiwa yang memilukan itu terjadi sekitar pukul 20.10, di saat masyarakat baru saja menunaikan Salat Isya. Peristiwa yang datang tiba-tiba membuat panik masyarakat. Sebagian berlari tanpa alas kaki, sebagian lagi pakai sepeda motor.
Galodo telah menyeruak dari bukit di belakang kompleks perkantoran Pemkab Solok. Di kawasan iru juga berdiri kantor bupati dan DPRD Kabupaten Solok.
Galodo bermaterikan lumpur bercampur batu dan kayu menghantam apa saja hingga jalan nasional. Akibatnya akses lalu lintas Padang - Solok di kawasan itu terputus.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok bersama unsur TNI-Polri dan masyarakat berupaya melakukan evakuasi terhadap warga terdampak.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu pun datang ke lokasi. Ia mensinyalir galodo terjadi akibat tingginya curah huja di kawasan itu. (sp)