Permintaan demikian disampaikan Gibran ketika mengunjungi kawasan terkena galodo, di Arosuka, Jumat (25/9). "Bagaimanapun pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang kehilangan dokumen harus diprioritaskan," katanya.
Wapres menekankan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat perlu jadinprioritas. Ia menyebut ketersediaan air bersih guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Di samping itu, Wapres meminta seluruh rencana rehabilitasi dan rekonstruksi disusun secara terencana melalui dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pemulihan jangka panjang, termasuk pembangunan sabo dam maupun kemungkinan relokasi bangunan yang berada di kawasan rawan bencana.
Dalam pembangunan hunian tetap, Wapres juga mengingatkan agar lokasi yang dipilih benar-benar aman dari risiko bencana, namun tetap mempertimbangkan kedekatannya dengan tempat tinggal sebelumnya serta sumber mata pencaharian masyarakat. "Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan sosial dan aktivitas ekonominya," sebut Gibran.
Sebagaimana diketahui, kawasan Arosuka, yakni Kayu Aro, Nagari Batang Barus dan Sukarami, Nagari Koto Gaek Guguk dihantam banjir bandang atau galodo Senin (21/9) malam. Musibah itu merusak kantor-kantor pemerintah dan rumah-rumah penduduk. Dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka. (*)