Dalam pidatonya di hari pertama wisuda, Rektor Unand, Efa Yonnedi mengatakan kalau jumlah wisudawan hingga wisuda ke empat di 2026 ini jumlahnya sudah menembus angka enam ribu orang lulusan.
"Sepanjang tahun 2026, Unand telah meluluskan 6.538 wisudawan dan ananda yang hadir hari ini adalah bagian dari angkatan yang
membanggakan itu," kata rektor dalam pidatonya.
Dia juga menyebutkan kalau komunitas besar Unand kini mencakup lebih dari 36 ribu mahasiswa aktif, dengan 154 program studi dari jenjang vokasi, sarjana hingga doktoral.
Lebih lanjut rektor mengatakan, Unand terus berkomitmen meningkatkan inklusivitas layanan agar setiap mahasiswa memperoleh kesempatan dan akses yang setara dalam seluruh kegiatan akademik maupun institusional.
"Kehadiran Juru Bahasa Isyarat pada prosesi wisuda ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen tersebut, sehingga momen penting ini dapat diikuti dan dimaknai oleh semua. Langkah ini sekaligus menegaskan semangat Unand untuk terus membangun lingkungan kampus yang inklusif, ramah, dan menghargai
keberagaman," ujar Efa.
Selain itu dalam pidatonya Efa juga menyampaikan pengakuan mutu akademik kampus itu secara nasional.
Diketahui, hingga 2026 ini, sebagian besar program studi di Unand telah meraih akreditasi Unggul/A. 29 program studi berakreditasi atau bersertifikasi internasional, serta 28 program studi baru yang dibuka sepanjang 2022-2026.
"Ini mempertegas komitmen Unand sebagai teaching university untuk menyiapkan SDM unggul menuju negara maju.
Dia juga menyampaikan kinerja riset yang menunjukkan kapasitas akademik
Unand yang semakin kuat. Tahun 2025 saja tercatat 1.574 proyek riset. "Proporsi publikasi pada jurnal Q1-Q2 mencapai 51,7 persen pada tahun 2026," katanya.
Efa juga mengatakan kalau inovasi dan hilirisasi mulai membawa hasil. Menurutnya, hilirisasi diarahkan agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi berkembang menjadi produk, lisensi, dan nilai ekonomi.
"Sampai dengan posisi hari ini, Unand telah menghilirkan 33 produk bioteknologi kesehatan melalui PDRPI FK Unand," kata Efa.
Dalam pengakuan reputasi global, rektor menyebutkan kalau Unand kembali masuk dalam pemeringkatan dunia Times Higher Education (THE) 2026 pada posisi rentang 201–250 dunia dalam bidang Interdisciplinary Science Research.
Pada QS, posisi Unand di Asia
meningkat dari 470 pada 2025 menjadi
peringkat 396 pada 2026. Pada THE
Sustainability Impact, posisi juga meningkat dari kelompok 601-800 dunia menjadi 401- 600.
"Ini membuktikan bahwa nama Universitas Andalas kini dikenal tidak hanya di Sumatera, di Indonesia, tetapi di panggung internasional," ulasnya. (wy)