Faktual dan Berintegritas


BATAM -- Setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Pemko Batam, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan kunjungan kerja dan studi komparatif ke DPRD Kota Batam, Selasa (22/9). 

Kunjungan yang dipimpin Bupati Tanah Datar Eka Putra itu menjadi bagian dari upaya membuka peluang kerja sama antar daerah, terutama dalam memperkuat rantai pasokan pangan dan perdagangan.

Rombongan Bupati Eka Putra disambut Ketua DPRD Kota Batam H. Muhammad Kamaluddin bersama sejumlah anggota DPRD, di antaranya Rival Pribadi, H. Arlon Veristo, Safari Ramadhan dan H. Ahmad Surya, serta Sekretaris DPRD Kota Batam Ridwan Afandi di ruang rapat pimpinan DPRD Kota Batam.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Eka Putra mengatakan kunjungan Pemkab Tanah Datar bersama Forkopimda tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga bertukar informasi dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah.

Menurutnya, karakteristik Tanah Datar sebagai daerah agraris dengan potensi pertanian, peternakan dan pariwisata memiliki peluang besar untuk bersinergi dengan Kota Batam yang berkembang sebagai kawasan industri dan perdagangan.

“Selama ini kami dari Tanah Datar memang sudah mengirimkan berbagai hasil bumi ke sini. Namun, untuk lebih meningkatkannya tentu membutuhkan kerja sama antarpemerintahan. Untuk itu, dukungan dari legislatif sangat dibutuhkan sebagai salah satu pengambil kebijakan daerah,” kata Eka Putra.

Bupati Eka menjelaskan, Pemkab Tanah Datar juga terus mendorong peningkatan produksi dan perlindungan terhadap petani melalui sejumlah program unggulan, di antaranya bajak sawah gratis, tanam padi gratis serta asuransi usaha tani padi.

Program tersebut, katanya, dirancang untuk membantu petani menekan biaya produksi sekaligus memberikan perlindungan ketika menghadapi risiko gagal panen.

“Program ini semuanya untuk melindungi petani agar bisa menekan cost dan kerugian mereka apabila terjadi gagal panen. Kalau itu terjadi, pemerintah akan hadir melalui asuransi padi sehingga petani tidak mengalami kerugian,” ujarnya.

Selain sektor pangan, Bupati Eka Putra juga membuka peluang kerja sama di bidang pariwisata. Tanah Datar, katanya, memiliki lebih dari 150 destinasi wisata yang didukung sekitar 300 homestay yang dikelola masyarakat.

“Tanah Datar selain sebagai daerah agraris juga merupakan daerah kunjungan wisata di Sumatera Barat. Mulai dari wisata alam, sejarah, budaya dan kuliner semuanya ada di sana,” katanya.

Ia menyebut sejumlah destinasi unggulan Tanah Datar, seperti Istano Basa Pagaruyung, Nagari Tuo Pariangan, Danau Singkarak hingga Puncak Sati Marapalam yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Minangkabau. (pkp/td)
 
Top