Faktual dan Berintegritas



PASBAR, SWAPENA -- Kabupaten Pasaman Barat belum  berhenti bergetar. Pasca gempa 6,2 SR Jumat (25/2) yang meluluhlantakkan daerah itu, gempa dalam skala kecil masih saja terjadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, sepanjang Selasa (1/3) terjadi 4 kali gempa yang bepusat di Pasaman Barat. Gempa-gempa tersebut terasa oleh masyarakat.

Sebenarnya sepanjang Selasa tersebut ada 7 kali gempa di Pulau Sumatera. Tiga lagi berpusat di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman dengan magnitudo 1,8, kemudian di Merangin Jambi, M3,6.dan Padang M3,7 SR. 

Sementara gempa yang berpusat di Pasaman Barat Selasa pertama terjadi pukul 09.56 WIB dengan kekuatan 3,6 SR di kedalaman 3 km, kemudian pukul 17.53 WIB dengan kekuatan 2,6 SR di kedalam 10 km. Selanjutnya pukul 20.48 WIB gempa lagi M2,6 di kedalaman 10 KM. Teranyar, pukul 22.37 WIB dengan kekuatan 4,5 SR. Gempa ini juga menjadi gempa terkuat di hari Selasa (1/3) hingga pukul 23.00 WIB. 

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi dalam relisnya menyebutkan, gempa M4,5 yang terjadi di Pasaman Barat adalah gempa tektonik.  Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.22 LU dan 99.93 BT  atau tepatnya berlokasi di darat pada 5 Km BaratLaut Talu, Pasaman Barat pada kedalaman 10 Km. 

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar Sumatera pada Segmen Angkola.

Suaidi menghimbau masyarakat  agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram chanel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (and)

 
Top