Bambang Dwiyanto 

PADANG - PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW)  Sumatera Barat mengakui adanya kendala pada pencatatan meteran listrik pelanggan dalam masa pandemi coronavirus atau Covid-19 ini. Akibatnya banyak masyarakat merasakan tagihannya membengkak.

"Dalam tiga bulan terakhir memang ada yang tagihan listriknya jauh lebih besar. Ini karena petugas pencatat meteran kesulitan melakukan aktivitas. Namun bulan berikutnya dilakukan penyesuaian," kata General Manager PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto dalam halal bihalal dan silaturahmi virtual dengan para mitra sore ini.

Lebih jauh Bambang mengatakan, mulai bulan ini, para petugas pencatat meter sudah mulai melakukan aktivitas kembali. Namun jika ada kesulitan petugas untuk masuk ke suatu kawasan, diminta masyarakat atau pelanggan bisa melakukan pencatatan meteran mandiri.

"Jika tidak ada pencatatan mandiri, maka petugas akan memberlakukan pemakaian rata-rata. Ini tidak akan merugikan pelanggan," sebut Bambang.

Silaturahmi virtual tersebut diikuti para pejabat dan pimpinan perbankan di bawah bendera BUMN yang ada di Sumbar, Bank Nagari, Sucofindo, Pelindo II Cabang Teluk Bayur, PT Semen Padang, perhotelan, asosiasi yang ada di bawah PLN, YLKI, GPEI, pimpinan media dan lain sebagainya. Kegiatan juga diisi dengan live music dari PLN Sumbar. (sp)
 
Top