PAINAN - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III akan dijalani masyarakat Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, 
dengan  pengurangan sejumlah pembatasan aktifitas di bebagai fasilitas umum. Pada masa PSBB yang dimulai 30 Mei hingga 7 Juni, pembatasan sejumlah aktifitas dilonggarkan seperti,  pariwisata, pasar, rumah ibadah dan sekolah

Dibukanya fasilitas umum merupakan rangkaian kegiatan untuk mematangkan pelaksanaan "new normal" atau tatanan kehidupan baru dalam mencegah infeksi Covid-19 di daerah setempat.

Pelaksanaan PSBB tahap tiga bagi Pesisir  Selatan dijadikan sebagai  persiapan menuju tatanan normal baru atau New Normal.  "Kami jadikan PSBB tahap tiga sebagai masa transisi menuju New normal," kata Bupati Pessel, Hendrajoni sebagaimana siaran pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesisir Selatan, yang diterima swapena.com sore tadi.

Kendati demikian pengecekan kendaraan dan orang yang masuk ke daerah Pesisir Selatan akan semakin ketat di perbatasan daerah setempat baik dengan Kota Padang, Provinsi Bengkulu dan juga Jambi.

Pengecekan di perbatasan akan dilakukan lebih ketat sehingga infeksi Covid-19 di Pesisir Selatan benar-benar bisa ditekan.

Selain itu tracking dan uji sampel swab terhadap orang-orang yang diduga kontak erat dengan pasien Covid-19 juga akan dimaksimalkan.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 360/277/Kpts/ BPT-PS/2020,  tentang Pedoman Pemberlakuan Perpanjangan PSBB Menuju Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19  dijelaskan pelaksanaan ibadah shalat fardhu dan shalat Jumat boleh dilakukan di Masjid/Musholla/Surau dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diantaranya;  pengurus menyediakan tempat cuci tangan dan jamaah wajib menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.

Sedangkan aktifitas di sekolah dimulai 
tanggal 2 juni, namun 2 Juni  tersebut khusus bagi guru, sedangkan  pembelajaran di sekolah dimulai pada tanggal 13 Juli 2020 (tahun pelajaran baru).

Aktifitas di sekolah dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut, menerapkan sistem dua shift 
pembelajaran serta mengurangi jam tatap muka, baik guru maupun murid seluruhnya  wajib menggunakan masker, serta  menjaga jarak.

Selanjutnya setiap hari dilaksanakan pemeriksaan  kesehatan  serta menyarankan siswa membawa bekal makanan dari rumah.

Bagi guru yang berasal dari daerah terjangkit untuk sementara  bekerja di rumah dengan tugas lain yang disiapkan pihak  sekolah. 

Dalam pelaksanaan PSBB tahap tiga ini aktifitas pasar juga diatur sesuai protokol Covid-19  di antara yang diatur adalah pedagang dan pengunjung memastikan berada dalam kondisi sehat  sebelum berangkat ke pasar.

Bagi pedagang dan pengunjung wajib menggunakan masker dan sarung  tangan serta  menerapkan  pola hidup bersih yaitu mencuci tangan pakai sabun sesering mungkin atau menggunakan hand sanitizer pada keadaan tertentu.

Terakhir pedagang dan pengunjung harus menjaga jarak fisik dan menghindari sentuhan langsung antara pedagang maupun pembeli. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Hendrajoni, menginstruksikan agar kepala perangkat daerah, camat dan walinagari serta pihak terkait lainnya melakukan sosialisasi dan pengawasan agar aktifitas di tempat umum tersebut benar-benar berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Selain itu, kedisiplinan masyarakat di berbagai fasilitas umum tersebut juga akan diawasi petugas seperti  anggota TNI, Polri dan Sat Pol PP. (rls)
 
Top