KETAPING - Sejumlah penumpang pesawat udara tujuan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang  batal berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman. Mereka adalah yang tidak punya dokumen lengkap.

"Ada sejumlah penumpang batal berangkat dari BIM, itu hasil pemeriksaan dokumen oleh petugas di Tim Satgas Cov-19 BIM,” kata Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM, Yos Suwagiono.

Menurut Bang Yos - sapaan akrabnya - batalnya berangkat dikarenakan tidak lengkapnya dokumen penerbangan seperti yang dipersyaratkan pada protokol Cov-19. Selain itu ada juga 35 calon penumpang yg telah mereservasi tiket malah tidak hadir di bandara sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Batalnya berangkat karena penumpang tidak mempunyai  document rapid / swap PCR /  (no reaktif) hanya bisa melampirkan surat keterangan sehat. Itu ditolak oleh satgas Covid-19 BIM

“Proses selanjutnya maskapai memfasilitasi penumpang dengan reschedule tiket untuk memenuhi kriteria syarat pelaku perjalanan penerbangan atau refund,” ungkap Bang Yos.

Padahal  calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan serta mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri. "Dokumen tidak boleh kurang oleh calon penumpang," tegas Yos

Berikut data penerbangan dimaksud, 14 orang  berangkat menuju CGK, 3 orang reschedule karena kelengkapan dokumen, 1 orang refund tiket dan 35 orang no show karena tidak hadir di BIM. (rls)
 
Top