PADANG - Semakin banyak ditemukan masyarakat yang positif corona Covid-19, justru semakin baik. Dengan demikian, diharapkan akhir Mei ini kurva penderita Covid-19 di Sumatera Barat sudah bisa landai.

Saat ini diakui jumlah penderita Covid-19 di Sumatera Barat memang cenderung banyak. Itu bukanlah kelompok baru, melainkan dari kelompok-kelompok yang sudah ada sebelumnya. "Misalnya kelompok Pasar Raya Padang, Pengambiran dan lain sebagainya," kata Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dalam diskusi online dengan pengurus PWI Sumatera Barat dan pengurus PWI kabupaten/kota di Sumatera Barat, Minggu (10/5).

Menurut Gubernur, para penderita yang ditemukan saat ini 72 persen dari orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pengawasan (ODP). Karenanya, kebanyakan dari pasien tersebut menjalani isolasi mandiri. "Gejalanya masih ringan," lanjut Irwan.

Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19. Bila masyarakat patuh akan arahan pemerintah, maka persebaran penderita bisa ditekan.

Terkait kepatuhan masyarakat terhadap protokol Covid-19 itu, Gubernur Irwan tidak membantah masih banyak masyarakat yang lengah. "Mereka bukan tidak tahu, mereka bukan tidak paham risiko tidak memakai masker misalnya, tapi mereka malas. Inilah yang perlu diberikan penyadaran," kata dia.

Lalu, mungkinkan diterapkan sanksi tegas kepada masyarakat demikian? "Kita tidak punya payung hukum untuk memberikan sanksi pidana terkait ini. Kita hanya bisa bekerja sama dengan aparat  kepolisian," sebut Irwan.

Meski demikian, ia kembali mengingatkan kepatuhan masyarakat menjadi kunci kurva Covid-19 bisa cepat landai. Ia mencontohkan di Kabupaten Persisir Selatan yang awalnya melonjak, namun sekarang sudah tidak bergerak. "Kita akan bantu ingatkan masyarakat melalui gugus tugas dan atau pemerintah kabupaten/kota," katanya. (sp)
 
Top