AGAM - Kelembagaan BKAN dan UPK Syariah Ampek Angkek dengan segala terobosan dan inovasi yang telah dilakukan mampu terus mencuri perhatian berbagai pihak terutama Pengurus Kelembagaan BKAN dan UPK yang ada di Sumatera Barat dalam program yang sama yaitu pengelola aset produktif SPP Perguliran ex. PNPM MPd yang secara jumlah di Sumatera Barat tersebar lebih dari 200 UPK Kecamatan dengan total aset sekitar Rp. 800 Milyar tentu ini sebuah potensi yang cukup besar. Inilah yang menjadi cukup menarik karena kelembagaan BKAN Ampek Angkek terus menjadi objek studi tiru dari berbagai Pengurus BKAN dan UPK yang ada di Sumatera Barat bahkan luar Daerah.

Seperti diketahui bahwa Program ini dinyatakan berakhir sejak awal tahun 2015 yang secara otomatis tidak ada lagi penyertaan Modal BLM dari Pemerintah termasuk fungsi pendampingan dan pengawasan dari Fasilitator dan segala perangkat yang ada semasa program, hal ini tentu menjadi ujian kemandirian bagi pengurus BKAN dan UPK untuk tetap mengelola Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat tersebut secara baik dan berkelanjutan dilihat dari sisi manfaat yang selama ini telah dirasakan oleh masyarakat terutama kaum perempuan. Disamping dituntut untuk dapat berinovasi dan memperluas jangkauan program hal ini terus mengemuka dan menjadi isu sentral bagi pelaku pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Salah satunya dalam kunjungan studi tiru perwakilan Asosiasi UPK dan BKAN se Kab. Pesisir Selatan (Kamis, 20/08/2020) di Kantor Pusat Pemberdayaan Terpadu BKAN Ampek Angkek, Zulhendra, S.HI selaku Ketua BKAN memaparkan bahwa ada beberapa point penting secara kelembagaan yang dimiliki oleh BKAN Ampek Angkek sehingga mampu melakukan berbagai inovasi dan terobosan tersebut diantaranya ; Soliditas internal yang kokoh sehingga mampu menghadirkan trust bagi pemangku kepentingan, Memiliki Visi dan Tujuan yang Jelas sebagai sebuah organisasi, Adanya kemauan dan keberanian yang kuat untuk mewujudkan setiap apa yang direncanakan, Terakhir Adanya keyakinan yang besar bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam maka jadilah pribadi yang bermanfaat dimanapun kita diamanahkan, prinsip dan nilai diataslah yang menjadi pondasi dan pilar BKAN Ampek Angkek mampu mengelola 8 Lembaga sekaligus dalam sebuah harmonisasi dan kolaborasi yang baik oleh SDM yang ada di internal BKAN. Tentu ini bukan sebuah hal yang mudah karena rintangan, hambatan dan ujian pasti akan menyertai setiap sebuah perjuangan. 

Dalam Kunjungan dan pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Konsultan P3MD Kemendes PDTTRI Wilayah Sumatera Barat Bidang Inovasi Desa yang

akrab disapa Tan Rajo Khairul beliau mendorong Seluruh Kelembagaan  BKAN dan UPK di Sumatera Barat mampu memiliki keberanian yang sama untuk bisa berinovasi dan melakukan berbagai terobosan program sepanjang tidak menyalahi aturan dan prosedur yang ada, terutama dalam ragam model pembiayaan Mikro yang mampu menyentuh berbagai kalangan pelaku usaha yang ada di masyarakat, hal ini disampaikan berdasarkan pengalaman beliau ketika sebelumnya berperan sebagai Fasilitator Kecamatan, Fasilitator Kabupaten dibeberapa tempat yang beliau pernah ditugaskan semasa Program PNPM, masih sangat banyak potensi  ditengah masyarakat yang belum tergali dengan baik dan belum mampu dimaksimalkan untuk itu beliau mendorong agar kelembagaan BKAN mampu menyusun Renstra diwilayah kerjanya masing-masing untuk bisa membaca segala Resources dan Potensi yang ada dengan tetap mendasarkan pada nilai-nilai kearifan lokal pungkasnya.

Semoga saja apa yang telah dimulai oleh BKAN Ampek Angkek mampu memberikan dorongan semangat dan motivasi bagi Kelembagaan BKAN yang lain untuk mampu melakukan terobosan yang sama dengan ragam sentuhan inovasi yang bisa dilakukan, karena sebuah mimpi dan cita-cita hanya akan bermakna ketika bisa diwujudkan. (ktr)

 
Top