Alirman Sori. 

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Alirman Sori mempertanyakan pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi yang menyebutkan agama sebagai musuh terbesar Pancasila. Sebab, Pancasila tidak  punya musuh dengan agama apapun di Indonesia.

Dalam pandangan Alirman Sori, seluruh agama yang ada di Indonesia juga tidak bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Lima sila yang ada pada Pancasila merupakan wujud dari agama.

"Saya pikir ini pernyataan yang keliru, seorang kepala BPIP menyebut agama sebagai musuh Pancasila. Tolong sebutkan agama mana yang dimaksud!" Kata Alirman, Rabu (12/2).

Jika tidak dijelaskan, apa yang dikatakan kepala BPIP itu bisa menimbulkan salah tafsir di masyarakat. "Jadi, tolong jelaskan agama mana yang menjadi musuh Pancasila itu," sambung senator asal Sumatera Barat itu.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip detikcom, Yudian Wahyudi menyebutkan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah diterima oleh mayoritas masyarakat, seperti tercermin dari dukungan dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah sejak era 1980-an. Tapi memasuki era reformasi asas-asas organisasi termasuk partai politik boleh memilih selain Pancasila, seperti Islam. Hal ini sebagai ekspresi pembalasan terhadap Orde Baru yang dianggap semena-mena.

"Dari situlah sebenarnya Pancasila sudah dibunuh secara administratif," kata Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi kepada tim Blak-blakan detik.com.

Menurut Yudian, belakangan juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat ijtima ulama untuk menentukan calon wakil presiden. Ketika manuvernya kemudian tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politisi yang disokongnya mereka pun kecewa.

"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," papar Yudian .

Sebagai kelompok mayoritas yang sebenarnya, ia melanjutkan, NU dan Muhammadiyah mendukung Pancasila. Kedua ormas ini tak pernah memaksakan kehendak. (rl)
 
Top