AROSUKA - Masyarakat Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, digemparkan dengan seseorang tak dikenal yang diduga akan melakukan penculikan terhadap anak. Orang tersebut kemudian ditangkap bersama aparat kepolisian.

Peristiwa itu terjadi Rabu siang (19/2), sekitar pukul 11.30 WIB  di depan SD Negeri 06 Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, atau tepatnya di bawah Taman Sari Manggis.

Salah seorang warga setempat mengaku bernama Maya menyebutan, saat itu, anak-anak SD 06 Guguk tiba-tiba berlarian masuk ke pekarangan sekolah, lantaran dikejar seseorang yang tidak dikenal. Guru-guru dan masyarakat sekitar pun kaget, karena diduga penjahat.

“Tidak berselang lama mendengar anak-anak panik berlarian masuk ke sekolah, warga setempat secara spontan mengejar pelaku. Namun ia lari ke arah semak belukar didekat rumpun bambu. Kemudian masyarakat dibantu anggota Polsek Gunung Talang, mencari dan mengejar pelaku,” sebut Maya.

Sekitar 10 menit pencarian, orang yang dicurigai itu ditemukan bersembunyi di semak-semak pinggiran sawah dekat kebun warga. Proses pencarian itu sempat memacetkan jalan Solok Padang.

Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan, S. IK, melalui Kapolsek Gunung Talang, Iptu Azwari Siregar, kepada wartawan menyebutkan, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata itu adalah  orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “Bahkan pelaku juga tidak punya identitas dan tidak tahu dari mana asalnya, ” sebut
Iptu Azwari Siregar.

Setelah melalui pemeriksaan secara intensif, laki-laki yang diperkirakan berusia 42 tahun itu, diserahkan ke Dinas Sosial Pemkab Solok. “Kita berharap ada saudara mereka yang datang menjemput  ke Dinas Sosial, ” sebut Azwari Siregar.

Sebagaimana diketahui, isu penculikan anak akhir-akhir ini cukup santer. Pihak Polsek Gunung Talang, berupaya menangkal berita bohong atau hoax yang kini tersebar di masyarakat.

“Kabar yang menyebar di masyarakat menyebutkan bahwa banyak orang berkeliaran yang berpura-pura gila atau pengemis namun sebetulnya penculik anak. Untuk menangkal isu tersebut, kita menyebarkan selebaran dan juga memasang pamflet himbauan di lingkungan warga. Hal ini karena kabar yang beredar di media sosial tersebut cukup meresahkan masyarakat,” sebut Iptu Azwari Siregar dikutip JarbatNews.

Pihaknya menambahkan, berita yang kini tersebar bahwa itu penculik anak adalah bohong. Namun demikian masyarakat harus tetap waspada jangan sampai lengah. Jika orang-orang mencurigakan laporkan kepada pihak berwajib. (jn)
 
Top