PADANG - Kasus Covid-19 Sumatera Barat hari ini mengalami pertambahan  sebanyak 38 orang positif. Dari jumlah sebanyak itu, 14 orang di antaranya berasal dari Kota Solok, sekaligus menjadi rekor terbaru bagi kota itu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal dalam siaran persnya sore ini mengatakan, total warga Sumbar yabg terinfeksi virus corona berjumlah  1.140 orang. "Terjadi penambahan 38 orang warga sumbar positif terinfeksi Covid-19. Sembuh bertambah 4 orang, sehingga total sembuh 806 orang," katanya.

Dari  1.140 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 itu,  123 orang di antaranya dirawat pada berbagai rumah sakit. Kemudian yang menjalani isolasi mandiri 133 orang, isolasi daerah 16 orang dan isolasi BPSDM sebanyak  29 orang. Angka meninggal dunia masih tetap 34 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 806 orang.

Lebih jauh dikatakan Jasman, selain dari Kota Solok sebanyak 14 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, juga dari Kota Padang 11 orang, Kabupaten Solok 7 orang, Kabupaten Padang Pariaman 2 orang, Kota Pariaman 2 orang dan Kabupaten Agam 2 orang. 

Adapun ke 14 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Solok itu adalah:

1. Pria 21 tahun, warga Sariak Alahan Tigo, pekerjaan swasta. Diduga terinfeksi karena hasil survei. Penanganan isolasi mandiri sementara.

2. Wanita 70 tahun, warga Koto Panjang. Diduga terinfeksi karena hasil survei. Penanganan isolasi mandiri sementara.

3. Pria 39 tahun, warga Pasa Pandan Aia Mati, pekerjaan pegawai. Diduga terpapar dari pekerjaan. Penanganan isolasi mandiri sementara.

4. Wanita 30 tahun, warga Nan Balimo, pekerjaan pegawai. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Penanganan isolasi mandiri sementara.

5. Wanita 30 tahun, warga Nan Balimo, pekerjaan pegawai. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Penanganan isolasi mandiri sementara.

6. Wanita 55 tahun, warga IX Korong, pekerjaan guru. Diduga terinfeksi karena hasil survei. Penanganan isolasi mandiri sementara.

7. Pria 17 tahun, warga Nan Balimo, status pelajar. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Penanganan isolasi mandiri sementara.

8. Wanita 37 tahun, warga IV Korong, pekerjaan ASN. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Penanganan isolasi mandiri sementara.

9. Wanita 42 tahun, warga Nan Balimo, status IRT. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Penanganan isolasi mandiri sementara.

10. Pria 47 tahun, warga Pasa Pandan Aia Mati, pekerjaan swasta. Diduga terinfeksi karena hasil survei. Penanganan isolasi mandiri sementara.

11. Wanita 50 tahun, warga Kampuang Jawa, pekerjaan guru. Diduga terinfeksi karena hasil survei. Penanganan isolasi mandiri sementara.

12. Wanita 42 tahun, warga Kampuang Jawa, pekerjaan pegawai. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Penanganan isolasi mandiri sementara.

13. Wanita 26 tahun, warga Kampuang Jawa, pekerjaan pegawai. Diduga kontak dengan kasus konfirmasi. Penanganan isolasi mandiri sementara.

14. Wanita 54 tahun, warga Simpang Rumbio, pekerjaan ASN. Diduga terpapar dari aktivitas keluarga. Penanganan isolasi mandiri sementara. 

Menjawab pertanyaan swapena.com tentang pasien yang beralamat di Sariak Alahan Tigo, Jasman menjelaskan lantaran warga bersangkutan saat ini berdomisili di Kota Solok. (sp)


 
Top