PULUHAN anggota DPRD Sumatera Barat beserta pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di gedung wakil rakyat itu beberapa hari lalu  melakukan rapid test. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memastikan apakah anggota dewan tersebut bebas dari virus corona  Covid-19 atau tidak. 

Apa yang dilakukan anggota DPRD dan PNS  Sumatera Barat tersebut pantas diapresiasi. Walau hanya diikuti 33 dari 65 anggota dewan, namun ini adalah langkah paling tepat. Paling tepat untuk mengecek kondisi kesehatan mereka masing-masing, sekaligus bisa sebagai contoh bagi masyarakat. Bukankah jika satu orang terpapar virus, bida menularkan ke banyak orang?

Setidaknya apa yang dilakukan wakil rakyat tersebut  pantas ditiru oleh institusi lain dalam rangka memutus mata rantai penularan virus corona di daerah ini. Kita tahu, penyebaran virus corona di Sumbar cukup tinggi, dan itu perlu penanganan secara bersama. Tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja, tetapi semua orang atau seluruh masyarakat.

Kita mengetahui bahwa penularan virus ini cukup sangat mengerikan, apalagi penularan dari orang tanpa gejala, ini lebih mengerikan lagi, maka memang perlu upaya bersama. Salah satunya adalah dengan melakukan rapid test.

Melalui rapid test tersebut akan diketahui positif atau negatifnya masing-masing orang. Dari hasil itu bisa diambil langkah cepat. Semisal seseorang hasil rapid test-nya positif, maka mengisolasi diri adalah langkah paling tepat. Yang bersangkutan tidak lagi melakukan kontak langsung dengan orang lain, dengan sendirinya mata rantai virus tersebut terputus di sana.

Inilah pentingnya rapid test dilakukan oleh setiap orang. Persoalannya tentu apakah semua masyarakat mau? Kalaupun masyakarat mau, tentu butuh biaya. Lalu siapa yang membiayainya?

Pemerintah perlu memikirkan ini, bagaimana setiap masyarakat bisa dilakukan pemeriksaan kesehatannya melalui rapid test. Salah satu caranya adalah kegiatan rapid test secara massal, dilakukan di kantor-kantor pemerintah dan di pemukiman penduduk. 

Di samping itu, juga bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta. Lakukan rapid test kepada seluruh karyawan. Begitu juga institusi pendidikan mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi menyelenggarakan rapid test.

Dengan cara begitu, seluruh lapisan masyarakat bisa diketahui kesehatannya, apakah punya potensi Covid-19 atau tidak. Semuanya tentu berpulang kepada pemerintah, apakah punya kemampuan untuk melaksanakan rapid test secara massal itu atau tidak.

Selain itu, langkah membudayakan protokol kesehatan Covid-19 juga sangat penting dan tidak boleh dilonggarkan. Sebab, virus corona ini belum ada vaksin dan obatnya. Ini yang perlu dipahami.

Makanya, masyarakat beraktivitas di tengah masa normal baru ini harus tetap menjaga jarak aman, memakai masker, tidak berkerumun, membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan lain sebagainya. Upaya yang demikian sudah memperlihatkan hasil. Ini dibuktikan dengan kian sedikitnya masyarakat yang tertular virus Covid-19 dimaksud. Dalam seminggu terakhir pertambahan pasien positif rata-rata sudah satu digit. 

Selain itu, sejumlah daerah di Sumbar juga telah kembali ke zero kasus. Terakhir daerah yang sudah nol atau zero Covid-19 adalah Kabupaten Pesisir Selatan.

Mari kita mengusahakan agar virus tersebut hilang dari negeri ini. Jika memang tidak bisa melaksanakan rapid test semuanya, maka mari kita patuhi saja protokol kesehatan Covid-19. Ini lebih ringan dan pasti bisa dilakukan oleh kita semuanya. Semoga! (Sawir Pribadi)
 
Top