SEBAGIAN besar daerah kabupaten/kota di Sumatera Barat sudah menerapkan tatanan kehidupan normal baru produktif dan aman Covid-19. Tatanan ini dimaksudkan untuk menggeliatkan kembali ekonomi masyarakat dan daerah yang nyaris mati akibat pandemi virus corona Covid-19.

Setelah hampir seminggu daerah-daerah kabupaten kota, kecuali Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai melaksanakan tatanan kehidupan normal baru itu boleh dikatakan cukup sukses. Indikatornya adalah tidak terjadi kenaikan angka positif Covid-19 secara signifikan. Ini patut disyukuri dan diapresiasi tentunya.

Lalu, apakah kesuksesan kabupaten/kota yang telah duluan normal baru itu akan disusul oleh Kota Padang? Pertanyaan ini penting, karena jika tidak salah hitung, hari ini adalah terakhir Kota Padang memberlakukan masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Karena namanya 'transisi' tentu mulai besok, Kota Padang juga akan memasuki masa tatanan normal baru tersebut.

Melihat perkembangan angka kasus positif Covid-19 di Kota Padang yang masih fluktuatif, maka tatanan normal baru menjadi berat bagi ibukota Provinsi Sumatera Barat ini. Hari ini saja terjadi peningkatan pasien positif Covid-19 sebanyak 10 orang. Sedangkan sehari sebelumnya hanya 2 orang, sebelumnya lagi 9 orang dan seterusnya.

Berat ataupun teramat  berat fase tatanan kehidupan normal baru itu harus dijalani oleh semua orang di Kota Padang. Semuanya harus dijalani dengan semangat optimis dan tentu saja mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19.

Perlu diketahui, normal baru itu bukan pembebasan diri untuk melakukan  nan ka lamak di awak saja. Ada aturan dan protokol kesehatan yang Harus dipatuhi. Jika tidak patuh akan protokol tersebut, maka pekerjaan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 kian berat. Jangankan putus, bisa-bisa kian panjang. Sebab, satu orang positif bisa tertular kepada puluhan atau bahkan ratusan orang.

Oleh karena itu, kuncinya adalah mematuhi aturan dan protokol kesehatan yang sudah ada. Di antara aturan itu adalah mengenakan masker setiap keluar rumah atau ketika beraktifitas, tetap menjaga jarak aman (social and physical distanc). Kemudian tidak berkerumun, membiasakan diri cuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer dan lainnya.

Karenanya, mari memenej diri sendiri untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Jika setiap penduduk telah patuh dan tidak bertindak yang ka lamak di diri sendiri saja, maka insyaallah virus corona Covid-19 akan bisa dikendalikan dan dihabisi. Ayo! (Sawir Pribadi)


 
Top