Faktual dan Berintegritas


LIMAPULUH KOTA - Hebat dan patut dicontoh. Daftar nama-nama pemenerima Bantuan Langsung Tunau (BLT)  di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, dipajang di kedai kopi. Hal ini sebagai langkah transparasi di nagari itu. Masyarakat setempat sering nongkrong di kedai kopi sehingga menjadi lokasi yang pas untuk memajang nama-nama penerima BLT.

"Warung kopi merupakan salah satu pilihan utama kita menempelkan daftar-daftar ini, karena lebih mudah dilihat oleh  warga," kata Wali Nagari Situjuah Batua Dhon Vesky Datuak Tan Marajo kapada wartawan, Minggu (31/5).

Selain di warung kopi, daftar penerima BLT  juga ditempelkan secara terbuka di tempat ibadah dan sarana umum lainnya.

"Sejak bulan puasa lalu, semua masyarakat Situjuah Batua yang menerima semua jenis bantuan dari pemerintah. Baik BLT COVID-19, PKH, bantuan sembako, ataupun Kartu Indonesia Sehat, kami tempelkan daftar namanya. Tidak hanya di kantor wali nagari saja, tapi juga di warung, tempat ibadah, dan tempat umum lainnya," kata Tan Marajo.

Penempelan daftar penerima bantuan di fasilitas dan tempat-tempat umum dimaksud agar masyarakat setempat juga dapat mengawasi penyaluran BLT.

"Dengan pengumuman ini, kami lebih mudah mengetahui, siapa masyarakat kami yang belum dapat bantuan sama sekali dan siapa pula yang dempet menerima bantuan," kata dia.

Menurut Tan Marajo, warga Situjuah Batua yang menerima BLT Covid-19 dari Kemensos berjumlah 166 KK (Kepala Keluarga). Sedangkan 250 KK warga Situjuah Batua menerima BLT dari Pemprov Sumbar.

Selain itu 35 KK mendapatkan Bansos dari Pemkab Limapuluh Kota, dan 197 KK menerima bantuan dari BLT dana desa.

"Kalau BLT dari pusat dan provinsi, itu langsung masuk ke rekening penerima di bank atau lewat pos. Yang menentukan penerima bantuan ini langsung pusat dan provinsi. Kita di nagari hanya mengusulkan saja. Sedangkan untuk BLT Dana Desa yang sudah dibagikan di Situjuah Batua, warga yang menerimanya, disepekati berdasarkan musyawarah pemerintah nagari dan lembaga nagari," kata Tan Marajo.  (sdm)
 
Top