Senator Alirman Sori bersama Wali Nagari dan masyarakat Panyalaian. 

TANAH DATAR - Wali Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Roni Datuak Panduko Sirajo sangat berharap bantuan pemerintah pusat. Karena dari jaring pengaman sosial yang yang sudah direalisasikan, masih banyak masyarakat Nagari Panyalaian yang menderita dan berharap untuk mendapatkan bantuan sosial.

"Kami sudah terima Bansos dari Kemensos, Provinsi, Kabupaten dan Dana Desa, Alhamdulillah. Tapi masih ada 700 Kepala Keluarga lagi masyarakat kami yang layak dapat BLT tetapi belum mendapat bantuan. Kemana lagi kami mengadu Pak, tolong kami Pak Pak DPD," kata Roni Datuak Panduko Sirajo dengan mata berkaca-kaca.

Harapan Wali Nagari Panyalaian ini terungkap dalam Kunjungan Kerja Anggota DPD-RI DR. Alirman Sori, SH.,M.Hum di Nagari Panyalaian, Jumat (5/6) pagi. Turut mendampingi senator ini Kepala Dinas PMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM., Kabid Pemerintahan Desa PMD Drs. Azwar, M.Si., Sekretaris Dinas PMD Sumbar sekaligus PPA P3MD Drs. Armen, dan Korprov Pendamping Profesional Dana Desa Ir. Feri Irawan, M.Si.

Dengan Dana Desa sebanyak Rp947 juta, Nagari Panyalaian bisa membagikan BLT Dana Desa sebesar Rp282 juta untuk 157 Kepala Keluarga miskin terdampak Covid-19. Kemudian ditambah PKH, BLT Kemensos, BLT Provinsi dan BLT Kabupaten maka jumlah KK penerima sosial di Nagari Panyalaian 1.124 KK.

Karena jumlah Kepala Keluarga cukup banyak yaitu 3.401 KK, maka masih banyak keluarga miskin yang terdampak Covid-19 yang berharap mendapatkan bantuan sosial. "Jika ada peluangnya di pemerintah pusat, kami mengharapkan pertolongan Pak Alirman Sori, menyuarakan harapan kami ini untuk 700 KK terdampak Covid-19," kata Wali Nagari Panyalaian ini.

Bak gayung bersambut, Anggota DPD RI Alirman Sori mengatakan, adanya bantuan berupa BLT dari berbagai sumber ini, memang dimaksudkan pemerintah untuk mengatasi secara cepat dampak Covid-19. Ibarat kata orang Minang, BLT ini adalah untuk menghentikan tangis sementara. BLT untuk bisa bertahan di masa pandemi ini, sekedar untuk membantu beli sembako.

"Kami mengharapkan agar dana BLT dimanfaatkan secara bijak, sebagai penambah kebutuhan. Sedangkan untuk bertahan, harus mampu meningkatkan solidaritas di nagari dalam menghadapi era new normal ke depan, sembari terus mencari peluang untuk berusaha kembali. Kalau petani, mari ke sawah dan ladang. Kalau pedagang, mari buka toko kembali. Mari bangkit sambil terus menjaga protokol kesehatan," kata Alirman Sori, yang juga mantan wartawan ini.

Diakui oleh Anggota Komite IV DPD-RI ini, pemerintah saat ini mengalami beban yang berat. Semua proyek fisik ditunda dan dananya dialihkan untuk penanganan Covid-19. Karena itu, tidak bisa berharap sepenuhnya pada pemerintah. Meskipun demikian, kata Alirman Sori, harapan Wali Nagari Panyalaian dan wali nagari lainnya di Sumbar, tetap akan disuarakan di tingkat pusat dalam rapat-rapat DPD-RI.

Kepala Dinas PMD Sumbar Syafrizal Ucok yang hadir pada pertemuan Kunjungan Kerja DPD-RI ini mengatakan, Dana Desa bisa digunakan untuk tambahan BLT. Tetapi tentu tidak bisa mengatasi kekurangan 700 KK, hanya terbatas untuk 50 KK hingga 100 Kepala Keluarga lagi.

Caranya, kata Syafrizal Ucok, Wali Nagari Panyalaian membuat surat permohonan penambahan BLT kepada Bupati Tanah Datar dengan tembusan surat kepada Gubernur melalui Dinas PMD. "Nanti kami buatkan rekomendasi Gubernur, sehingga Dana Desa untuk BLT tambahan bisa dicairkan," kata Syafrizal Ucok, sambil mengingatkan agar penggunaan Dana Desa selalu mengacu kepada Permendes PDTT. (*)
 
Top