MUARA LABUH - Guna mendukung terwujudnya visi dan misi 'Solok Selatan yang Sejahterah dan Religius' (Serius), Pemerintah Kabupaten Solsel melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) melakukan pembinaan 120 guru TPA/MDA. 

Kegiatan itu menghadirkan nara sumber,  Dr.  Aziza Meria. M. Ag,  Dr. Siti Aisyah. M. Ag dan Dr. Romi Yilhas. M. Ag. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ke depan di Wisma Umi Kalsum Muara Labuh itu dibuka Plt. Bupati Solsel diwakili Asisten I Sekdakab. Solsel. Dr. H. Fidel Efendi, dan dihadiri Kabag. Kesra Zuardi, Senin (13/7).

Bupati Solsel berharap seluruh guru TPA/MDA agar dapat menjaring dan menumbuh kembangkan generasi Qurani melalui kegiata TPA/MDA/TOQ/TPSQ dan lembaga pendidikan Alquran lainnya yang telah ditetapkan oleh masing-masing nagari se-Solok Selatan.  "Seluruh guru TPA/MDA yang sudah ditetapkan para walinagari, diharapkan dapat mendidik generasi qurani di nagari masing-masing," kata dia. 

Tahun ini,  pemerintah Solsel telah mengalokasikan dana pembinaan untuk 120 guru TPA/MDA. "Artinya kegiatan ini merupakan usaha Pemerintah untuk meningkatkan potensi para guru mengaji di daerah ini. Bahkan nara sumbernya pun sengaja dihadirkan yang betul-betul profesional di bidangnya," kata bupati.

Ditambahkannya, Alquran harus menjadi tuntunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga program pemerintah untuk membumikan Alquran dapat terwujud. "Mari kita didik generasi muda Kabupaten Solok Selatan untuk lebih mendalami Alquran sejak usia dini. Terwujudnya hal ini tentu tidak terlepas dari bimbingan para guru TPA/MDA," sebut bupati.

Sementara itu, Kabag Kesra, Zuardi selaku panitia pelaksana, mengatakan peserta sebanyak 120 orang guru TPA/MDA berasal dari  nagari se-Solsel. (af)

 
Top