DI TENGAH kepanikan sebagian warga Kota Padang yang anaknya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tiba-tiba Walikota Mahyeldi menjamin semua anak yang tamat SD bisa bersekolah di SMP. Ini tentu menjadi angin segar di tengah suhu panas yang mendera. Bagai air bening di saat warga dahaga.

Memang, Walikota Mahyeldi memberi garansi kepada anak-anak yang tamat SD tahun ini untuk bisa bersekolah semuanya. Bahkan, jika anak tersebut berasal dari keluarga miskin, sang walikota pun berencana mencarikan solusinya. Salah satu di antaranya adalah mengupayakan beasiswa melalui Baznas.

Garansi demikian diutarakan Walikota Mahyeldi ketika coffee morning dan ramah tamah dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, tempo hari. 

Bagaimanapun, apa yang disampaikan Walikota Padang ini perlu kita apresiasi. Karena memang banyak di antara calon pelajar SMP yang butuh jaminan bisa bersekolah. Hal itu lantaran ruwetnya masuk sekolah saat ini dengan sistem yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekarang. Belum lagi bagi warga yang ekonominya tidak beruntung jelas itu menjadi beban maha berat.

Diakui atau tidak, akibat pandemi Corona akhir-akhir ini banyak masyarakat yang jatuh miskin. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk bertahan hidup saja banyak yang megap-megap. Betapa banyak di antara pekerja yang terpaksa berhenti atau diberhentikan. Betapa banyak bisnis tak lagi jalan hanya gara-gara pandemi Corona tersebut. Maka janji dan garansi dari walikota adalah solusi jitu.

Karena ini adalah hal penting demi masa depan generasi dan keluarganya, maka garansi dari walikota itu perlu dikawal. Jangan sampai tidak terealisir. Ingat, jenjang pendidikan SMP adalah tanggung jawab walikota atau bupati di masing-masing daerah.

Lebih dari itu, kita tentu juga berharap realisasi dari janji itu jangan sampai pelepas tanya saja. Jangalah Pemko Padang asal mencarikan sekolah saja, tetapi mesti mempertimbangkan hal-hal lain. Misalnya, soal jarak dari rumah ke sekolah sebagaimana diributkan orang tua siswa SMA akhir-akhir ini haruslah menjadi pertimbangan. Jika jarak jauh, apalagi sampai memaksa siswa lebih satu kali naik angkutan umum, maka ini sama saja dengan utang dibayar, tapi tidak lunas.

Kalaupun terpaksa juha seorang anak diberi sekolah berjarak jauh dari kediaman mereka, maka tempatkanlah mereka pada sekokah yang satu jalur angkutan umum. Ini tentu pertimbangannya soal biaya, waktu dan keamanan siswa bersangkutan. Jangan sampai habis waktu anak-anak di perjalanan. Jangan pula keamanan mereka dikorbankan.

Kita yakin, Walikota Padang tentu sudah punya gambaran dan rencana tentang ini. Kita juga yakin seorang Mahyeldi akan bijaksana menyikapinya. Sebab, ini menyangkut reputasi dan prestasi juga bagi seorang Mahyeldi yang telah direstui partainya untuk bertarung di pemilihan gubernur tahun 2020 ini.

Mudah-mudahan saja anak-anak yang tamat SD di Kota Padang ini memang bisa bersekolah semuanya. Jangan ada yang tercecer. Untuk itu, mari dikawal bersama. 

Lebih dari itu, kita juga berharap walikota membantu warga yang anaknya mau masuk SMA. Walau jenjang pendidikan SMA adalah wewenang provinsi, namun yang punya masalah itu adalah warga walikota. Sekali lagi, semoga saja semua persoalan pendidikan warga Kota Padang bisa dicarikan solusinya. Semoga! (Sawir Pribadi)
 
Top