Faktual dan Berintegritas


PAINAN -  Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memastikan jenazah  Harmen Jam (63), warga Nagari Gurun Panjang Selatan,  Kecamatan Bayang,  yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 pada Senin (13/4 tidak terjangkit Covid-19.

Kepastian tersebut disampaikan menyusul keluarnya hasil labor pemeriksaan swab atas nama Harmen Jam (alm) yang menyatakan bahwa yang  bersangkutan 'negatif Covid-19'.

“Berdasarkan laporan DInas Kesehatan Pesisir Selatan, hasil swab yang bersangkutan sudah keluar dan dipastikan negatif Covid-19,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesisir Selatan, Rinaldi  Rabu (15/4).

Sebagaimana diketahui sebelumnya almarhum Harmen Jam, dikebumikan di pandam pekuburan keluarganya di Kampung  Simpang Tigo Talao, Kecamatan Koto XI Tarusan, dengan protokol Covid-19, sehingga masyarakat menduga yang bersangkutan meninggal karena Covid-19.

"Diharapkan dengan ada penjelasan ini  masyarakat dapat benar-benar   memahami bahwa almarhum meninggal bukan karena virus corona,”  kata Rinaldi.

Dikatakan, Harmen  Jam sebelumnya adalah pasien RSUP M. Djamil Padang yang sempat dirawat selama lima hari dengan gejala menyerupai Covid-19. Namun pasien tersebut, wafat sebelum  hasil labor uji swab yang bersangkutan keluar.

“Jadi sesuai protokol, jenazah almarhum diselenggarakan oleh pihak rumah sakit dengan standar penanganan Covid-19," tuturnya.

Ditambahkan Rinaldi, keterangan ini disampaikan untuk mengklarifikasi isu yang beredar  di tengah masyarakat, sehingga tidak menimbulkan dampak sosial bagi keluarga almarhum hingga pihak keluarga sempat dikucilkan oleh warga sekitar. (sp)
 
Top